Wednesday, 12 July 2017

Perahu Raja Firaun Berhasil Ditemukan, Ilmuan Kaget dengan Bentuknya


Kilas-berita.com - Info dan Kabar menarik khusus buat anda, Belum lama ini para arkeolog menemukan situs yang sangat berpengaruh terhadap sejarah mesir. Situs itu berupa papan kayu yang tingginya mencapai 26 meter.
Image: ilustrasi, foto : republika.co.id

Dilansir dari Egyption Streets (23/06/2017),  papan kayu yang menjulang tinggi itu diyakini sebagai potongan dari perahu Firaun, Raja Khufu. Perahu itu ditemukan disekitar Piramida Agung di Giza. Piramida Agung memang dibangun oleh Raja Khufu untuk makamnya sendiri yang telah memerintah mesir kurang lebih 4.500 tahun yang lalu atau pada dinasti keempat.

Situs yang merupakan sebuah perahu itu adalah kali kedua yang ditemukan di sekitar wilayah Giza. Sama seperti yang pertama, artepak perahu itu dibuat untuk raja Firaun, seperi dikutip dari dream.co.id (23/06/2017).

Penemuan ini pertama ditemukan sebenarnya sudah sejak 1980-an. Akan tetapi sampai sekarang penemuan situs itu masih dikembangkan. Para arkeolog pun mengatakan telah berhasil menemukan sekitar 700 bagian dari perahu Firaun itu. Para Ahli pun mempercayai kalau potongan-potongan itu merupakan bagian dari sebuah perahu.

Potongan papan kayu itu ditemukan pada kedalaman sekitar 3 meter dibawah tanah. Para ahli konservasi dan arkeologi pun terus mencari potongan-potongan kayu yang lainnya dan langsung memindahkannya ke pusat konservasi yang berada dekat dengan area penemuan. Para ahli arkeolog selalu mengumpulkan dan mendokumentasikan setiap temuan yang berhubungan dengan penemuan yang diyakini sebagi kapal Firaun.

Artefak yang ditemukan bukanlah hanya sekedar potongan kayu semata. Tetapi potongan kayu itu akan mengarahkan kepada sejarah dan mengungkap sebuah kehidupan baru. Misteri tentang Mesir pun akan semakin diketahui. Menurut para Arkeolog, penemuan ini layaknya sebuah puzzle raksasa.

Image: ilustrasi, foto : writinganythink.com
Dengan adanya penemuan ini, para ahli arkeologi bisa menggunakan potongan dari kayu itu untuk mempelajari iklim, spesies, habitat kuno dan usia dari pada penemuan itu.

Baca Juga

Jika semua potongan sudah terkumpul, para arkeolog yang berasal dari Jepang dan Mesir berencana akan memamerkan perahu itu di Museum Grand, Mesir pada tahun depan.

Terimakasih Sudah Menyempatkan Membaca!!
Previous Post
Next Post

0 comments: